Sudah tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan pemerintahan yang tak menyayangi rakyat miskin. Jika begitu, ayo rakyat bersatu, gulingkan pemerintahan SBY-Boediono!!!
Peringatan-peringatan berupa protes rakyat yang secara bertubi-tubi datang semenjak dilantiknya SBY-Boediono—untuk kedua kalinya—terus bergulir, dengan bermacam-macam kesadaran dan tuntutan. Seperti yang sudah-sudah, janji akan kesejahteraan tak kunjung menghampiri rakyat miskin. Kemakmuran, pendidikan gratis, kesehatan gratis, lapangan kerja bagi rakyat, demokrasi sejati, minyak murah kian menjadi jauh dari angan-angan, semakin menjadi mitos di negeri ini. Bagaimana tidak, jika rezim sekarang semakin lama semakin jatuh dalam genggaman kapitalisme-neoliberal yang menjadi awal dari segala kesengsaraan—derita.
Pemilukada Balikpapan bukan jalan keluar
Dalam masyarakat, pemilihan umum daerah (pemilukada) demoktatis, jujur dan adil (jurdil), langsung, umum,bebas serta rahasia (luber) merupakan sebuah ukuran sudah ditegakannya demokrasi dalam kehidupan bernegara. Rezim orde baru dibawah kediktatoran soeharto sampai rezim demokrasi ala sby-budiono telah membunuh demokrasi sejati dengan cara mengatur (merekayasa) pemilu yang curang agar dapat memenangkan/mempertahankan kekuasaan guna kepentingan klik ekonominya. Sekarang, seharusnya bisa ada perubahan yaitu dari kediktatoran menuju demokrasi, bila saja warisan-warisan politik lama tidak terus menerus dipertahankan.

